Trentech.id Logo
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Terbaru
  • Berita
  • Startup
  • Bisnis
  • Learn
  • Games
  • Blockchain
  • Gadget
  • Terbaru
  • Berita
  • Startup
  • Bisnis
  • Learn
  • Games
  • Blockchain
  • Gadget
Logo Trentech.id
No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Berita
  • Startup
  • Bisnis
  • Learn
  • Games
  • Blockchain
  • Gadget

Ini Dia 6 Kesalah Pahaman tentang Profesi Programmer

6 August 2020
in Learn

Banyak muncul miskonsepsi seputar dunia pemrograman. Ada yang berpikir bahwa profesi programmer hanya diperuntukkan bagi geek dan ahli matematika. Ada juga yang beranggapan bahwa programmer tidak boleh melakukan kesalahan saat menekuni pekerjaannya.

Miskonsepsi ini nyatanya masih banyak dipercaya oleh masyarakat. Tapi, jika kamu ingin menjadi seorang programmer, pahamilah bahwa miskonsepsi yang kamu dengar selama ini tidak terbukti kebenarannya.

Apa saja miskonsepsi atau kesalah pahaman tersebut?

Daftar Isi

  • Harus jago matematika
  • Minimal IQ harus 160
  • Kuliah untuk belajar coding
  • Usia masih di bawah 17 tahun
  • Jago pemrograman dalam seminggu
  • Menghafal semua syntax

Harus jago matematika

Banyaknya orang yang percaya pada hal ini membuat kita jadi ikut-ikutan percaya bahwa seorang programmer harus jago matematika. Kenyataannya, seorang programmer akan menghabiskan waktunya untuk coding, bukan berkutat dengan rumus matematika.

Meski demikian, kamu memang perlu mempelajari dasar-dasar aljabar dan ilmu matematika lainnya jika ingin membuat program yang membutuhkan perhitungan matematis atau komputer grafis.

Minimal IQ harus 160

Seseorang yang tahu dan mengerti cara berkomunikasi, tentunya bisa belajar pemrograman. Dengan kata lain, tingginya IQ seseorang tidak menentukan apakah ia mampu mengikuti proses belajar pemrograman. Karena pada dasarnya, pemrograman merupakan sebuah bahasa yang membantu kita berkomunikasi dan memberikan perintah kepada komputer untuk melakukan suatu hal dan memecahkan masalah.

Kuliah untuk belajar coding

Prototyping Coding | Featured

Tidak sedikit yang beranggapan bahwa seseorang yang ingin belajar pemrograman harus kuliah atau belajar di universitas. Sebenarnya hal ini bukanlah keharusan.

Berkat kecanggihan internet, kamu pun bisa belajar pemrograman secara otodidak. Kamu juga bisa meminta bimbingan dari mentor atau guru untuk melengkapi proses belajar otodidak tersebut. Situs-situs seperti Codecademy dan Stackexchange bisa menjadi referensimu untuk belajar pemrograman secara otodidak.

Tapi, jika kamu bercita-cita menjadi ahli di bidang pemrograman, belajar secara otodidak tentu akan memakan waktu yang lama. Kamu bisa memanfaatkan lembaga pendidikan yang menyediakan program khusus pemrograman.

Usia masih di bawah 17 tahun

Banyak orangtua yang khawatir saat anak-anaknya mulai menyentuh komputer dan sudah menunjukkan ketertarikannya pada dunia pemrograman. Padahal, hal ini seharusnya menjadi motivasi untuk belajar lebih jauh tentang pemrograman.

Usia tidak membatasi seseorang yang ingin belajar pemrograman. Justru ada banyak situs yang memang diciptakan khusus untuk anak-anak seperti Scratch dan Alice, karena situs ini lebih menonjolkan tutorial secara visual yang lebih mudah dicerna anak-anak dalam proses belajar.

Jago pemrograman dalam seminggu

Apakah kamu masih percaya dengan “rayuan” ini? Penting untuk kamu ketahui bahwa dunia pemrograman sangat luas dan kompleks. Sehingga, tidak mungkin seseorang mampu menguasainya hanya dalam waktu seminggu.

Jika kamu ingin menguasai sebuah bahasa pemrograman dalam waktu singkat, maka kamu bisa bergabung dengan program intensif selama beberapa bulan. Kalau kamu ingin menguasai beberapa bahasa sekaligus, kamu bisa mengambil program dengan jangka waktu lebih lama. Jangan lupa untuk bergabung di berbagai komunitas agar pengetahuan kamu tentang pemrograman semakin dalam.

Menghafal semua syntax

Jangan salah paham dengan anjuran untuk menghafal semua kode pemrograman. Karena pada dasarnya, belajar pemrograman fokus pada pemahaman tentang bagaimana cara kerja sebuah kode program.

Jadi, kamu tidak perlu khawatir jika kesulitan menghafal syntax. Sebab kamu akan menuliskan kode yang sama berkali-kali sebelum akhirnya kamu mampu menciptakan framework sendiri.


programmer - ilustrasi

Sumber: Eduonix

Selain dari miskonsepsi yang saya sebutkan di atas, ada pula yang menyatakan bahwa seorang programmer harus mempelajari bahasa pemrograman yang paling baik.

Pertanyaannya: bahasa pemrograman mana yang paling baik?

Jawabannya adalah bahasa pemrograman yang paling kamu butuhkan saat ini, baik bahasa yang paling cocok untuk pekerjaan kamu, maupun bahasa yang akan kamu gunakan untuk menciptakan sebuah program atau aplikasi. Kesimpulannya, kamu sendiri yang menentukan bahasa pemrograman mana yang akan kamu fokus pelajari. [tia/ap]

Berikan rating

Follow Trentech.id di Google News, Klik DI SINI

Tags: fakta programmerkebiasaan programmerkesalah pahamanprogrammer
1.4k
VIEWS
Previous Post

8 Gadget Canggih Ini Akan Membuat Hidup Anda Lebih Mudah

Next Post

Google Umumkan Sederet Fitur Baru untuk Penuhi Kebutuhan Pengguna Saat Ramadan

Related Posts

Pentingnya Kemampuan Komunikasi Bagi Seorang Programmer

24 December 2024
2.1k

Seorang programmer adalah orang yang terjun dan menyelami bidang TI. Berbicara tentang bidang keilmuan. TI adalah bidang keilmuan yang sangat...

Hacker Paling Berbahaya

Ini Dia 10 Hacker Paling Berbahaya Didunia

15 July 2024
2.1k

Pada awalnya, hacker pertama kalinya muncul dengan arti positif yaitu untuk menyebut seorang yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan...

Manfaat Belajar Bahasa Pemrograman untuk Kehidupan

7 Keterampilan Wajib Programmer Untuk 5-10 Tahun Ke Depan

21 March 2024
2.1k

Waktu terus berjalan, begitulah kehidupan. Kita sebagai programmer selalu dituntut untuk mengembangkan keterampilan di saat perkembangan industri TI terus berkembang...

Terpopuler

  • 1140-hiden-dangers-of-wi-fi.imgcache.rev.web.1100.633-832458b3

    3 Cara Memutus Koneksi Orang Lain dari Jaringan Wi-Fi Anda

    1250 shares
    Share 500 Tweet 313
  • Inilah 15 Skin Paling Keren di Mobile Legends

    380 shares
    Share 152 Tweet 95
  • Yuk Belajar Bikin Game dengan 10 Aplikasi Membuat Game Tanpa Perlu Bisa Coding

    210 shares
    Share 84 Tweet 53
  • HP Nokia Edge 2022 Mirip Iphone 13, Cek Harga dan Spesifikasi

    434 shares
    Share 174 Tweet 109
  • Ini Dia Cerita di Balik Para Hero Mobile Legends

    180 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Cara Membeli Flipper Zero Indonesia

    345 shares
    Share 138 Tweet 86
  • Perjalanan GoTo Menuju Profitabilitas: Strategi Pengelolaan Biaya dan Inovasi Produk

    117 shares
    Share 47 Tweet 29
  • Martis Hero Baru Mobile Legends Sudah Muncul, Cek Sekarang!

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • [Panduan Pemula] Cara Menghidupkan Voice Chat di Game Mobile Legends

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Compound, Solana, dan FXGuys terus Menunjukkan Harapan. Akankah Mereka Menjadi Token Teratas Q4?

    111 shares
    Share 44 Tweet 28

About . Contact . Partnership . Google News . Telegram

Trentech.id adalah situs yang menyajikan konten tentang startup, bisnis, game, event, hingga informasi pekerjaan. Trentech berusaha memberikan konten yang berkualitas untuk para pembacanya agar dapat menjadi rujukan utama mengenai dunia teknologi pada khususnya. Tim trentech terdiri dari orang – orang yang berkompeten dibidangnya, dan akan selalu mendukung karya – karya terbaik anak bangsa dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk para startup agar dapat publish karyanya di trentech.

Trentech ID

  • About
  • Contact
  • Advertising
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Tools

  • Harga Crypto Terbaru
  • Cek Ongkir
  • Cek Resi
  • Cek Domain

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Facebook
Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
About . Contact . Partnership . Google News