Trentech.id Logo
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Terbaru
  • Berita
  • Startup
  • Bisnis
  • Learn
  • Games
  • Blockchain
  • Gadget
  • Terbaru
  • Berita
  • Startup
  • Bisnis
  • Learn
  • Games
  • Blockchain
  • Gadget
Logo Trentech.id
No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Berita
  • Startup
  • Bisnis
  • Learn
  • Games
  • Blockchain
  • Gadget

Ini Dia Empat Mitos Saat Menjadi Founder Startup

4 August 2017
in Startup

Dibalik gemerlapnya memangku posisi sebagai seorang pemimpin perusahaan, ada banyak mitos yang berseliweran di telinga orang-orang. Ada yang mengatakan CEO itu memiliki banyak kebebasan, harus pintar, bisa datang kantor kapan saja, dan masih banyak lagi. Benarkah demikian?

Belajar dari CEO Wooz.in Ario Tamat yang berbagi pengalaman pribadinya selama menjadi CEO. Berikut rangkumannya:

Daftar Isi

  • 1. Punya ide bagus, pasti bakal kaya raya
  • 2. Saya bangun startup karena tidak ingin kerja dengan orang lain
  • 3. Bangun startup, langsung cari investor
  • 4. Banyak waktu luang

1. Punya ide bagus, pasti bakal kaya raya

Banyak yang menyebut, startup itu lahir dari ide. Itu memang benar, namun menurut Ario bukan berarti setiap orang yang punya ide pasti jadi orang kaya. Ario berpandangan, ide itu justru tidak berarti tanpa ada langkah eksekusi, ide brilian sekalipun. Terlebih selama beberapa tahun belakang, tren mendirikan startup mulai marak di Indonesia.

Ini yang menyebabkan semua orang berlomba-lomba mencari ide bagus untuk mendirikan startup, namun akhirnya tidak bisa bertahan lama karena eksekusinya yang kurang tepat.

“Ide saja tidak cukup, yang terpenting bagaimana eksekusinya. Sebab semua orang itu punya ide, maka perlu riset yang bagus agar tepat bagaimana mengeksekusi. Apalagi saat ini VC mulai memilih-milih tidak ingin sembarang investasi ke startup baru,” kata Ario.

2. Saya bangun startup karena tidak ingin kerja dengan orang lain

Semua orang banyak yang mengira, pengusaha itu memulai startup karena tidak ingin bekerja di bawah orang lain. Perkiraan itu salah. Menurut Ario, justru orang yang ingin mendirikan startup perlu merintis kariernya terlebih dahulu lewat bekerja di perusahaan lain.

Ario malah menyarankan kepada calon founder startup untuk bekerja di perusahaan yang semi/well-established sebab di sanalah banyak bekal ilmu yang bakal berguna ke depannya.

“Kalau baru lulus [kuliah] langsung mendirikan startup itu omong kosong. Kalau belum kerja dengan orang artinya Anda belum kerja sebenarnya. Butuh banyak waktu untuk belajar banyak hal mengenai organisasi, sistemnya, apalagi menghitung profit & loss. Mengatur cashflow terlihat mudah, namun sebenarnya tidak.”

3. Bangun startup, langsung cari investor

Startup memang menjadi sasaran empuk bagi para investor, baik itu angel investor maupun modal ventura. Namun, dengan banyaknya startup yang bertebaran secara tidak langsung membuat investor jadi lebih selektif. Risiko gagalnya pun jadi makin besar.

Ario menyarankan kepada founder untuk menggunakan cara cepat yakni membuat model bisnis yang bisa menghasilkan uang sejak pertama kali berdiri. Dengan cara ini diyakini bisnis akan lebih dapat bertahan lama karena tidak bergantung pada bantuan sokongan dana dari orang lain.

“Saran saya sebaiknya ditunda dulu [cari investor] semundur mungkin, atau sampai mereka yang datang ke startup Anda. Sebaiknya benerin dulu proses bisnisnya, cari aman dengan membuat bisnis yang bisa menghasilkan profit. Gratis sebaiknya jadi strategi, bukan komponen utama. Pastikan bisnis jalan terlebih dahulu.”

4. Banyak waktu luang

Karena startup itu dibangun oleh diri sendiri, bukan berarti Anda memiliki banyak waktu luang tidak harus kerja. Hal ini belum tentu berlaku bagi startup yang sudah memiliki manajemen yang terorganisir. Untuk startup dengan tim yang terbatas, tentunya distribusi pekerjaan bakal tidak merata. Kesempatan untuk mengalihkan pekerjaan pun jadi tidak terasa mungkin.

“Urusan printil-printilan memang kecil, namun kalau banyak itu kan tetap makan waktu luang.”

Terkait kebebasan waktu luang, juga ada kaitannya dengan berpakaian. Banyak yang mengira bekerja di perusahaan startup itu memiliki gaya busana bebas, apalagi bagi seorang CEO. Di satu sisi, menurut Ario, hal itu benar tapi sangat tergantung pada kondisi.

Menurutnya CEO itu menjadi panutan bagi timnya, sehingga cara berpakaiannya diharapkan bentuk cerminan dari perusahaan itu sendiri.

“Berpakaian sesuai kebutuhan saja, bukan berarti berfantasi pakai kaus dalam saja seperti orang bule. Realita tetap bakal mengikuti kebutuhan gaya berpakaian seorang CEO,” pungkas Ario.


[ds/ap]

Berikan rating

Follow Trentech.id di Google News, Klik DI SINI

Tags: founder startupmitosmitos startupstartup
1.4k
VIEWS
Previous Post

Cek Daftar Lengkap Pendiri Perusahaan Startup Indonesia di sini!

Next Post

Inilah Lima Hal yang Dicermati Investor Sebelum Berinvestasi

Related Posts

Mengenal Revenue Stream dan Business Model untuk Startup

24 December 2024
2k

Mempelajari tentang startup, maka tak akan terlepas dari belajar tentang berjalannya sebuah proses bisnis. Ada beberapa istilah dan konsep bisnis...

tahapan sebelum mvp

Tahapan Sebelum Mencapai Minimum Viable Product (MVP) dalam Pengembangan Produk

8 May 2024
1.7k

Pengembangan produk adalah proses yang melibatkan serangkaian tahapan penting sebelum mencapai tahap Minimum Viable Product (MVP). Sebelum mencapai MVP, ada...

Coworking Space Di Jakarta

Kumpulan Co-Working Space di Jakarta Terbaru

20 February 2024
2.3k

Coworking Space Jakarta bisa dibilang merupakan salah satu kota terpenting bagi ekosistem startup teknologi di Indonesia. Tidak hanya karena infrastrukturnya yang lebih...

Terpopuler

  • 1140-hiden-dangers-of-wi-fi.imgcache.rev.web.1100.633-832458b3

    3 Cara Memutus Koneksi Orang Lain dari Jaringan Wi-Fi Anda

    1251 shares
    Share 500 Tweet 313
  • Inilah 15 Skin Paling Keren di Mobile Legends

    382 shares
    Share 153 Tweet 96
  • Sudah Pernah Lihat Mobil Terkecil di Dunia?

    133 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Kamu Tidak Perlu Marah, Inilah Cara Mengatasi Lag di Mobile Legends

    164 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Ini Dia Cerita di Balik Para Hero Mobile Legends

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Manfaat Belajar Bahasa Pemrograman untuk Kehidupan

    302 shares
    Share 121 Tweet 76
  • Review Huawei MatePad 11 2023

    140 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Masa Depan Bitcoin Kian Terancam

    119 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Yuk Belajar Bikin Game dengan 10 Aplikasi Membuat Game Tanpa Perlu Bisa Coding

    210 shares
    Share 84 Tweet 53
  • Penyebab Zenius Tutup Setelah 20 Tahun Beroperasi

    244 shares
    Share 98 Tweet 61

About . Contact . Partnership . Google News . Telegram

Trentech.id adalah situs yang menyajikan konten tentang startup, bisnis, game, event, hingga informasi pekerjaan. Trentech berusaha memberikan konten yang berkualitas untuk para pembacanya agar dapat menjadi rujukan utama mengenai dunia teknologi pada khususnya. Tim trentech terdiri dari orang – orang yang berkompeten dibidangnya, dan akan selalu mendukung karya – karya terbaik anak bangsa dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk para startup agar dapat publish karyanya di trentech.

Trentech ID

  • About
  • Contact
  • Advertising
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Tools

  • Harga Crypto Terbaru
  • Cek Ongkir
  • Cek Resi
  • Cek Domain

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Facebook
Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
About . Contact . Partnership . Google News