fbpx
Trentech.id

Kerjaan Kelar, Puasa Juga Lancar. 6 Siasat Kerja Ini Jaga Produktifitasmu di Bulan Ramadan

Puasa adalah ibadah yang wajib dilakukan oleh setiap muslim di bulan ramadan. Iman kita benar-benar diuji ketika diharuskan untuk menahan lapar dan haus dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Ditambah pula dengan tuntutan untuk menahan hawa nafsu yang tentu saja semakin menguji kualitas iman dan pribadi kita.

Ujian berpuasa ini kerap dirasakan lebih bagi kamu yang sehari-harinya bekerja. Bekerja sambil menjalankan ibadah puasa bukanlah hal mudah. Lapar, haus, lelah, ngantuk acap mengganggu konsentrasi kerja. Namun namanya juga ibadah, mesti dikerjakan – baik puasa dan juga bekerja. Bicara soal bekerja di bulan puasa, berikut ini Hipwee akan membeberkan siasat menjaga keproduktifitasan kerja di bulan puasa supaya kerjaanmu lancar dan puasamu juga kelar.

1. Jangan lupa untuk bangun sahur sebab tubuhmu tentu butuh energi yang ekstra untuk seharian bekerja. Alarm harus selalu dipasang di dekat telinga

Kamu pasti pernah merasakan berpuasa tanpa sahur, bagaimana rasanya? Lapar, lemas, haus, dan bawaannya ingin dibawa tidur saja. Namun atas nama profesionalisme kamu nggak bisa bermalas-malasan begitu saja sebab bos bisa marah melihat karyawannya leyeh-leyeh bekerja.

Maka dari itu penting kiranya untuk selalu rutin sahur sebelum bekerja sambil berpuasa. Tubuhmu jelas butuh asupan untuk beraktivitas dan berpikir dalam mengerjakan tugas kantormu. Jangan sampai cuma gara-gara malas pasang alarm sahur kamu jadi nggak fokus dalam bekerja, yang paling fatal gara-gara nggak sahur kamu jadi nggak puasa. Hmm.. jangan sampai.

2. Sediakan waktu yang cukup untuk tubuhmu beristirahat. Sebisa mungkin jam tidurmu cukup dan di waktu yang tepat

Tidur yang cukup via www.pexels.com

Sudah nggak mengherankan kalau jam tidurmu akan berubah di bulan Ramadan. Ya, karena ada kebutuhan bangun sahur untuk menunjang puasa seharian. Nah terkhusus para pekerja, untuk menunjang daya tahan tubuh berpuasa sembari bekerja seharian sangat dianjurkan untuk memerhatikan pola tidur.

Jika di hari biasa kamu tidur pukul 11 malam, maka cobalah tidur pada pukul 9 malam selama bulan puasa. Hentikan kebiasaan begadang untuk menghindari rasa kantuk di siang hari sebagai siasat menjaga produktivitas hasil pekerjaanmu.

3. Buat suasana kerja yang nyaman; agar konsentrasimu tetap terjaga dan kamu nggak mudah kesal juga, kan sayang puasanya

Suasana nyaman via www.unsplash.com

Lapar, haus, lemas, dan ngantuk sudah barang tentu kamu rasakan siang hari saat bekerja di bulan puasa. Hal inilah yang seringkali menganggu konsentrasimu untuk fokus. Dan tak jarang karena sukar untuk fokus kamu jadi sensi dan mudah emosi. Nah supaya nggak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sejatinya kamu bisa menyiasatinya dengan menciptakan suasana kerjamu agar membuatmu nyaman bekerja.

Tiap orang punya tingkat kenyamanan yang berbeda-beda. Mulai dari mengatur suhu ruangan yang pas (nggak kepanasan, nggak kedinginan), mencari tempat yang sepi agar fokus tak mudah teralihkan, mendengarkan musik dan lain sebagainya.

4. Sempatkan berolahraga ringan. Minimal peregangaan otot-otot yang kaku karena terlalu lama duduk di depan layar komputer

Olahraga via journal.sociolla.com

Berbicra soal kebutuhan tubuh, berolahraga di bulan puasa juga baik untuk kebugaran tubuh. Sulit memang, makanya kamu bisa memilih olahraga-olahraga ringan yang bisa dilakukan malam hari. Kalaupun kamu malas untuk melakukannya, minimal kamu bisa melakukan perenggangan saat bekerja.

Kendurkan otot-otot yang kaku karena terlalu lama duduk di depan layar komputer, misalnya dengan mengangkat kedua tangan ke atas kepala dan menggerakkan kepala ke kiri serta kanan. Cara lain kamu bisa berjalan-jalan keluar ruangan untuk meregangkan otot.

5. Perbanyak cairan tubuh saat malam. Banyak-banyaklah minum air baik berbuka maupun saat bersantap sahur

Cairan via www.pexels.com

Yang tersulit dari puasa barangkali adalah menahan dahaga di tenggorokan. Terlebih saat cuaca panas, pasti rasanya ingin minum es saja. Tapi tentu sayang, dong kalau puasanya batal. Maka dari itu untuk meyiasatinya kamu mesti menjaga kebutuhan cairan saat berpuasa dengan cara minum air putih yang banyak di malam hari dan saat sahur.

Kekurangan cairan juga bisa menyebabkan kamu mudah mengantuk saat bekerja. Maka dari itu supaya produktifitasmu nggak turun hanya gara-gara rasa kantukmu, maka banyak mengkonsumsi air jadi salah satu solusinya.

6. Ubah niat bekerjamu dari yang hanya melaksanakan rutinitas menjadi menjalankan kewajiban dan mencari berkah Ramadan

Mencari rida Allah via www.unsplash.com

Sejatinya yang tersulit dari bekerja di bulan Ramadan bukan karena dilakukan sembari berpuasanya, melainkan keikhlasan kamu dalam menjalankan dua kewajiban sekaligus dalam satu waktu; bekerja dan berpuasa. Maka dari itu alangkah lebih baik jika disiasati dengan mengubahmindset, jika sebelumnya kamu bekerja dengan niatan menjalankan kewajiban kepada perusahaan atau bos saja, ubahlah dengan niatan mencari ridaNya.

Seperti yang sudah kamu pahami bahwa kamu mengerjakan sesuatu dengan ikhlas karena Allah, maka kamu akan mendapat balasan setimpal. Dan jangan lupa ini bulan puasa yang mana pahala dilipatgandakan tak seperti di bulan lainnya.

Itulah beberapa siasat untuk menjaga produktifitasmu bekerja sembari berpuasa. Walau puasa membuatmu lapar, haus, dan lemas di siang hari, namun jangan jadikan itu sebagai alasanmu untuk tidak produktif dalam bekerja. kamu hanya perlu bersabar dan ikhlas untuk melewatinya. Semangat.

Advertisements

Angga Permana

Kontributor Trentech.id dan technical lead Trentech.id

Please Login to comment
Advertisements