Trentech.id Logo
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Terbaru
  • Berita
  • Startup
  • Bisnis
  • Learn
  • Games
  • Blockchain
  • Gadget
  • Terbaru
  • Berita
  • Startup
  • Bisnis
  • Learn
  • Games
  • Blockchain
  • Gadget
Logo Trentech.id
No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Berita
  • Startup
  • Bisnis
  • Learn
  • Games
  • Blockchain
  • Gadget

Belajar Dari CTO Mister Aladin, 3 Strategi Skalabilitas Website Dengan Traffic Tinggi

21 August 2017
in Startup

TIA Indonesia menyelenggarakan acara Product Development Conference pada tanggal 9 – 10 Agustus 2017 di Balai Kartini, Jakarta. Dalam acara ini, Irsan Gunawan selaku Chief Technology Officer (CTO) di Mister Aladin, menjadi salah satu pembicara dalam sesi Scaling High Traffic Website pada tanggal 10 Agustus 2017, pukul 15.00 – 15.45 WIB. Bagi perusahaan startup, maupun pemilik website, penting untuk mengetahui strategi skabilitas yang tepat untuk website mereka. Hal ini penting untuk menentukan langkah ketika mereka menerima pertumbuhan jumlah pengunjung yang tinggi (high traffic). Jika arsitektur sistem tidak dipersiapkan dengan tepat, besar kemungkinan website tersebut mengalami kegagalan bahkan hingga down, yang berakibat fatal bagi bisnis.

“Jika kita melihat pasar Indonesia sebagai contohnya, terdapat lebih dari 260 juta penduduk yang bisa menjadi potensi traffic sebuah website. Bayangkan jika orang sebanyak itu mengakses website kita, berarti kita harus segera memetakan semua kemungkinan dari awal agar ke depannya bisa siap mengantisipasi lonjakan jumlah traffic secara tiba-tiba,” kata Irsan Gunawan, CTO Mister Aladin.

Dalam sesinya, Irsan Gunawan memberikan tiga strategi untuk menentukan strategi skalabilitas yang tepat bagi website dengan traffic yang tinggi: (1.) Selalu identifikasi bottleneck untuk menentukan bagian mana yang memungkinkan menghambat kelancaran sistem; (2.) Utamakan arsitektur yang bersifat asynchronus saat membangun sistem; (3.) Sadari bahwa satu cara tidak dapat berlaku untuk semua model, atau dalam kata lain ”no one-size fits all”, contohnya dalam memilih database.

Daftar Isi

  • 1. Selalu identifikasi bottleneck untuk menentukan bagian mana yang memungkinkan menghambat kelancaran sistem.
  • 2. Utamakan arsitektur yang bersifat asynchronus saat membangun sistem.
  • 3. Sadari bahwa satu cara tidak dapat berlaku untuk semua model, atau dalam kata lain ”no one-size fits all”.

1. Selalu identifikasi bottleneck untuk menentukan bagian mana yang memungkinkan menghambat kelancaran sistem.

Dalam sebuah arsitektur sistem terdapat beberapa komponen yang perlu di perhatikan seperti : Application, Database, Storage, Network, Compute power, dan lain – lain. Identifikasi terhadap kapasitas setiap komponen tersebut dapat membantu pada saat terjadi masalah – masalah skalabilitas.

Metode Scale Up dan Scale Out. Metode scale Up (Vertical Scaling), digunakan dengan cara mengganti komponen dengan yang berkapasitas lebih besar. Metode scale Out (Horizontal Scaling), digunakan dengan cara menduplikasi komponen menjadi beberapa bagian.

2. Utamakan arsitektur yang bersifat asynchronus saat membangun sistem.

Dalam Asynchronous programming, memungkinkan sistem mengerjakan tugas secara paralel. Sehingga kapasitas pengerjaan suatu tugas dapat menjadi lebih banyak. Ibarat sebuat loket pembayaran konvensional, dimana setiap pelanggan membutuhkan waktu proses yang berbeda. Jika hanya 1 loket, akan menyebabkan antrian yang lebih panjang, namun jika dibuat beberapa loket yang bekerja bersamaan, maka dapat mengurangi antrian yang panjang, bahkan proses lebih cepat.

Dalam pemrograman dapat digunakan thread, broker, service, dan lain – lain untuk penerapan asynchronous.

3. Sadari bahwa satu cara tidak dapat berlaku untuk semua model, atau dalam kata lain ”no one-size fits all”.

Penerapan strategi ini misalnya pada pemilihan database di sebuah sistem, karena setiap database mempunyai karakter dan keunggulan masing -masing. Andaikan seorang developer website ecommerce penjualan TV, maka ada beberapa database yang dapat digunakan secara bersamaan, untuk meningkatkan skalabilitas sistem tersebut. Database NOSQL yang bersifat document dan key-value, bisa digunakan untuk sistem yang membutuhkan lebih banyak proses read model data yang sederhana. misalnya untuk menyimpan data spesifikasi TV, dimana biasanya data tersebut tidak berubah dan dapat dipanggil sekali. Sedangkan untuk menyimpan data transaksi penjualan, yang akan di analisa kemudian hari dapat menggunakan yang bersifat relational.

Irsan Gunawan adalah lulusan program S1 di bidang Ilmu Komputer dari Universitas Bina Nusantara. Sebelum bergabung dengan Mister Aladin, beliau menjabat sebagai CTO Okezone.com, portal berita milik MNC Group. [cp/ap]

5/5 - (1 vote)

Follow Trentech.id di Google News, Klik DI SINI

Tags: bookinghotelmister aladinmisteraladinpesawattraveloka
1.4k
VIEWS
Previous Post

Pentingnya Mengoptimalkan Toko Fisik Layaknya Toko Online

Next Post

Google Harus Bayar 40 Triliun Per Tahun Agar Menjadi Default di Semua Perangkat Apple

Related Posts

Mengenal Revenue Stream dan Business Model untuk Startup

24 December 2024
2k

Mempelajari tentang startup, maka tak akan terlepas dari belajar tentang berjalannya sebuah proses bisnis. Ada beberapa istilah dan konsep bisnis...

tahapan sebelum mvp

Tahapan Sebelum Mencapai Minimum Viable Product (MVP) dalam Pengembangan Produk

8 May 2024
1.7k

Pengembangan produk adalah proses yang melibatkan serangkaian tahapan penting sebelum mencapai tahap Minimum Viable Product (MVP). Sebelum mencapai MVP, ada...

Coworking Space Di Jakarta

Kumpulan Co-Working Space di Jakarta Terbaru

20 February 2024
2.2k

Coworking Space Jakarta bisa dibilang merupakan salah satu kota terpenting bagi ekosistem startup teknologi di Indonesia. Tidak hanya karena infrastrukturnya yang lebih...

Terpopuler

  • 1140-hiden-dangers-of-wi-fi.imgcache.rev.web.1100.633-832458b3

    3 Cara Memutus Koneksi Orang Lain dari Jaringan Wi-Fi Anda

    1121 shares
    Share 448 Tweet 280
  • HP Nokia Edge 2022 Mirip Iphone 13, Cek Harga dan Spesifikasi

    380 shares
    Share 152 Tweet 95
  • Yuk Belajar Bikin Game dengan 10 Aplikasi Membuat Game Tanpa Perlu Bisa Coding

    182 shares
    Share 73 Tweet 46
  • Yuk Intip Kerennya 6 Kantor Startup Indonesia, Jadi Bikin Semangat Kerja

    199 shares
    Share 80 Tweet 50
  • Yuk Simak Kumpulan Alternatif Adobe Creative Suite untuk Startup

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Riset Ungkap Penambang Bitcoin Bakal Melonjak pada 2025

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
  • 3 Tips dari Startup Insider: Bagaimana Bertumbuh dan Sukses Bekerja di Perusahaan Startup

    114 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Tips Memilih Bahasa Pemrograman Backend untuk Dipelajari

    118 shares
    Share 47 Tweet 30
  • Bagaimana Cara Mengetahui Adanya Koreksi?

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Apa Itu Grok AI? Mengenal Kecerdasan Buatan dari xAI

    119 shares
    Share 48 Tweet 30

About . Contact . Partnership . Google News . Telegram

Trentech.id adalah situs yang menyajikan konten tentang startup, bisnis, game, event, hingga informasi pekerjaan. Trentech berusaha memberikan konten yang berkualitas untuk para pembacanya agar dapat menjadi rujukan utama mengenai dunia teknologi pada khususnya. Tim trentech terdiri dari orang – orang yang berkompeten dibidangnya, dan akan selalu mendukung karya – karya terbaik anak bangsa dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk para startup agar dapat publish karyanya di trentech.

Trentech ID

  • About
  • Contact
  • Advertising
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Tools

  • Harga Crypto Terbaru
  • Cek Ongkir
  • Cek Resi
  • Cek Domain

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Facebook
Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
About . Contact . Partnership . Google News