fbpx
Trentech.id

Jam Kerja yang Panjang Identik untuk Sebuah Startup?

Sebuah tim dengan jam kerja yang sangat panjang tidak seefisien tim yang kompak.

Beberapa bulan terakhir, saya mendapat tawaran untuk mengisi beberapa posisi pemimpin IT dalam situasi yang berbeda-beda. Mulai dari tim besar dalam sebuah perusahaan raksasa, hingga startup yang masih berbentuk konsep dan prototipe.

Tak terduga, proses berkomunikasi—dan mempertimbangan perusahaan mana yang akan saya pilih—mengingatkan saya pada ide tentang mengelola tim dan bekerja di bidang teknologi, yang telah saya simpan selama bertahun-tahun.


Kerja bagus, tingkatkan! Sumber gambar Snowbrains

Ciri-ciri umum dari sebuah startup di Silicon Valley adalah bekerja dengan jam kerja yang panjang. Mereka percaya bahwa apabila semua anggota tim bekerja hingga larut—dan bahkan pada akhir pekan—adalah sesuatu yang pantas dibanggakan.

Alasannya sederhana. Startup tidak punya banyak uang dan kamu harus mengejar para kompetitor. Semakin banyak jam yang pegawaimu kerjakan, startup yang kamu bangun akan lebih diuntungkan. Setidaknya itulah anggapanmu selama ini.

Justru yang terjadi adalah sebaliknya. Apabila developer dalam timmu sering bekerja lembur , maka kepimpinanmu patut dipertanyakan. Apabila timmu “panikan,” pekerjaan meleset dari jadwal, tidak harmonis, dan sering lembur, maka kamu harus memikirkan ulang caramu mengelola startup tersebut.

Developer yang lelah akan memberi ide-ide buruk, bekerja dengan lambat, dan sering menghasilkan kode kompleks yang penuh bug. Pada akhirnya, mereka akan berhenti dan meninggalkanmu kode yang ditulis dengan buruk dan tidak ada seorangpun di dalam tim yang dapat memperbaikinya.

Tugas seorang pemimpin di perusahaan teknologi adalah menyusun tujuan jelas dengan batas waktu yang masuk akal dan bisa menoleransi kesalahan. Apabila kamu memiliki tim berdedikasi tinggi yang beristirahat dengan baik dan memiliki cukup waktu untuk mengerti rencanamu, maka kamu akan jarang melihat mereka panik.

Mitos Jam Kerja Panjang | Picture 2

Kecelakaan pasti terjadi. Sumber gambar Wikimedia

Saya akui, hal buruk pasti akan terjadi dan bekerja lembur tidak dapat dihindarkan. Entah itu masalah dalam skala besar, isu keamanan, atau hal-hal positif seperti kerja sama dengan pihak lain dan diliput media adalah hal yang mungkin terjadi. Dan semua itu merupakan bagian dari bekerja dalam sebuah startup.

Masalah yang sebenarnya kita hadapi adalah ketika permasalahan dan bekerja lembur tersebut menjadi sebuah kebiasaan atau hal yang malah dijunjung tinggi.

  Raih Indonesia Best Brand Awards 2018, Tagtoo Siap Matangkan Periklanan Digital Indonesia

Sebagai pemimpin, saya harus memastikan masalah tersebut tidak terjadi lagi di kemudian hari. Apabila tiba-tiba ada kerja sama besar, maka perlu komunikasi yang baik dengan siapapun yang bertanggung jawab dengan kerja sama tersebut.

Apabila terdapat program kerja yang dihentikan, maka kita perlu memikirkan cara untuk mengubah proses dalam bisnis yang mengakibatkan matinya program tersebut. Hal yang sama berlaku untuk masalah keamanan atau ketika mendapatkan traksi yang tidak terduga.

Setiap masalah yang dialami adalah kesempatan belajar yang baik dan menyiapkan perusahaan untuk semakin tahan terhadap krisis.

Saya tidak mendukung konsep jam kerja yang panjang, yang menurut saya malah akan berakibat buruk bagi perusahaan dan pada akhirnya menghambat perkembangan. Bekerja terlalu lama mungkin kelihatannya hebat, namun perlu diingat bahwa timmu tidak bergerak secepat yang kamu pikirkan.

Membangun teknologi adalah aktivitas tim, bukanlah seperti bermain catur atau sudoku. Mungkin mendirikan startup lebih tepat dianalogikan sebagai olahraga mendayung, salah satu olahraga yang menurut saya membutuhkan kerja sama tim paling besar dibandingkan olahraga yang lain.

Kekuatan sangatlah penting dalam mendayung, namun masih kalah apabila dibandingkan dengan tim yang kompak dan terarah. Agar perahu dapat bergerak maju dengan cepat, semua harus mendayung dalam waktu yang tepat dan tentu saja ke arah yang benar.

Ketika berlomba, saya adalah seorang stroke yang berada di posisi paling belakang perahu. Saya duduk di sebelah kepala regu, dan merupakan tugas saya untuk menyelaraskan semua orang. Tidak ada pendayung lain di depan untuk saya ikuti, jadi saya harus mendayung dengan konsisten. Ketika perahu bergerak, saya dan kepala regu harus terus berkomunikasi untuk menentukan waktu yang tepat dalam mempercepat atau memperlambat ritme dayung.

Satu dayungan yang dilakukan dengan tepat akan membuat perahu melaju lebih jauh daripada 10 kali dayungan tidak teratur. Ini persis bagaimana cara saya mengelola tim.

Mendayung jauh lebih sulit dari apa yang kamu bayangkan. Ketika kamu bergerak maju, momentum dari perahu akan mendorongmu ke depan dengan sangat cepat dan dibutuhkan tenaga begitu besar untuk memperlambat laju perahu.

  Raih Indonesia Best Brand Awards 2018, Tagtoo Siap Matangkan Periklanan Digital Indonesia

Apabila orang-orangmu bekerja dengan panik dan terus menerus lembur, perusahaan kamu tidak akan bergerak dengan cepat. Meskipun komunikasi kerap terjadi di antara anggota tim, namun proses sebenarnya berjalan dengan sangat lambat.

Pastikan timmu bergerak dengan cepat dengan tujuan dan jadwal yang jelas, bukan dengan banyaknya jam kerja mereka.

Saya yakin ada beberapa perusahaan yang cuek dengan karyawan yang tidak bekerja keras dan terus terlambat dari deadline, namun hal ini bukanlah sesuatu yang startup inginkan. Saya anggap bahwa setiap orang yang memutuskan untuk bergabung denganmu memilikipassion atas apa yang mereka lakukan. Apabila kamu merekrut orang yang ingin selalu merasakan “serunya” terlambat, mereka bukanlah orang yang tepat untuk startup.

Inti permasalahannya di sini adalah bagaimana membuat keputusan yang baik setiap harinya. Sebuah perusahaan dibangun dari semua ide yang dilakukan. Kualitas dari ide dan keputusan tersebut adalah faktor penentu utama dari kesuksesan perusahaanmu. Menyuruh orang untuk bekerja dua belas jam terus menerus hanya akan menghasilkan ide dan keputusan yang buruk.

Ketika berbicara tentang produktivitas dan kualitas, saya berani bertaruh bahwa tim yang bekerja enam jam sehari namun tahu apa yang mereka kerjakan dan tujuannya, akan jauh-jauh lebih baik daripada yang bekerja selama dua belas jam sehari.

Berhentilah untuk membanggakan banyak masalah yang terjadi di perusahaanmu. Buat rencana, fokus, jalin komunikasi, dan jadilah mentor yang baik. Jadikan suasana pekerjaan yang menenangkan, menyenangkan, dan paling penting mampu menghasilkan produk luar biasa dalam tenggat waktu yang sudah ditentukan dan masuk akal.

(Artikel ini pertama kali dipublikasikan di Medium dalam bahasa Inggris oleh Hampton Catlin, dan telah mendapat persetujuan dari penulis untuk diterjemahkan; sumber gambar Skyrocket Your Productivity)

ABOUT HAMPTON

Developer, Speaker, Creator, Humanist, Futurist, Mega Gay, Doing My Best. co-founder of @thewordset. instigated @SassCSS, @HamlHTML and http://m.wikipedia.org
You can create a community post just like Hampton here!
Advertisements

Angga Permana

Kontributor Trentech.id dan technical lead Trentech.id

Please Login to comment
Advertisements