Seedplus Hadirkan Project Alpha untuk Bantu Pendanaan Startup Baru

Pada April 2017 silam, perusahaan modal ventura (VC) asal Singapura Seedplus berhasil mendapatkan dana investasi sebesar US$18 juta (sekitar Rp240 miliar). Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk pendanaan startup yang mereka dapatkan dari sejumlah investor dan  empat perusahaan pendiri, yaitu Jungle Ventures, Infocomm Investments (kini bernama SGInnovate), Accel Partners, serta RNT Associates.

Berbeda dengan Jungle Ventures yang selama beberapa tahun terakhir fokus memberikan pendanaan Seri A dan seterusnya, Seedplus justru fokus pada pendanaan tahap awal (seed funding) dan Pra Seri A. Mereka kini telah berinvestasi pada sekitar sembilan startup di Asia Tenggara. Salah satunya adalah startup tanah air yang bergerak di bidang asuransi, meski sampai kini masih belum diumumkan startup apa yang dimaksud.

Sayangnya, di kuartal kedua tahun 2018 justru menunjukkan bahwa jumlah startup tanah air yang menerima pendanaan tahap awal justru mengalami penurunan. Kurangnya kualitas para startup yang muncul belakangan ini ditengarai menjadi salah satu penyebab fenomena ini.

Tiang Lim Foo Seedplus
Tiang Lim Foo, Operating Partner dari Seedplus

Seedplus seolah menyadari tantangan tersebut. Oleh karena itu, di pertengahan tahun 2018 mereka memutuskan “turun gunung” dan membuat program inkubasi bernama Project Alpha.

Lewat program tersebut, Seedplus berniat untuk menemukan hingga enam startup potensial yang masih dalam tahap awal dari empat kota besar, yaitu Jakarta, Singapura, Kuala Lumpur, dan Bangkok. Para startup tersebut akan menjalani proses inkubasi bersama mentor-mentor selama sekitar empat bulan.

Untuk menjalankan program ini, Seedplus bekerja sama dengan penyedia layanan cloud Amazon Web Service (AWS). Lima startup terbaik dari program ini nantinya tidak hanya berpeluang untuk menerima pendanaan dari Seedplus, namun juga akan mendapatkan layanan AWS senilai US$250.000 (sekitar Rp3,6 miliar).

AWS mempunyai beberapa klien yang merupakan startupteknologi besar di Indonesia. Mereka bisa turut mengajarkan tip-tip menarik untuk para peserta program ini.

 Tiang Lim Foo, Operating Partner Seedplus

Menurut Foo, pihaknya memang secara rutin mencari startup terbaik di Asia Tenggara. Ia berharap program seperti ini bisa membantu menjangkau lebih banyak startup yang potensial untuk diberikan investasi.

Seedplus bukan VC pertama yang membuat program inkubasi atau akselerasi untuk startup di tanah air. Sebelumnya telah ada Fenox VC yang bekerja sama dengan Infocom untuk mendirikan GnB Accelerator. Telkom pun mempunyai inkubator dan akselerator bernama Indigo yang lulusan potensialnya bisa diarahkan untuk menerima pendanaan dari perusahaan modal ventura milik mereka, yakni MDI Ventures. [tia/ap]

Angga Permana

Angga Permana

Maju terus sampai TUNTASSS!

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments